Alexa

Jumat, 17 Mei 2013

r a i b

Ia melirik lalu raib tak berjejak
Singgah mengibas butiran kisah tak terdeflasi masa
Sebuah unsur tak berjiwa itu masih tertata dengan sangat rapi
Berjejer menyusun sesosok insan bak malaikat

Disini, mulai tersibak hakikat sesungguhnya
Namun kefanaan terus berupaya tak menggubris
Dia bukannya tak tau atau tak mau tau
Hanya saja jiwa itu masih terpaut pada kuasa Sang Maha

Narasi nyata bahkan tak membuktikan apa apa
Puing puing cerita usang menyeruak menebar sebias senyuman
Hati itu masih berdiri bagai tombak tanpa cacat
Ia mengimani sebuah nama telah terukir indah di lauhul mahfudznya.

***

Kamis, 16 Mei 2013

Sudah sampai manakah kita?

Assalamu'alaikum.
Haloo, salam mulia para muslim yang senantiasa istiqomah tuk memuliakan diri :')

Ah lama kali rasanya daku tak menyapa Anda sekalian melalui site cantik nan imut kek pemiliknya ini *ditabokin massa :))

Beberapa hari kemarin pas lagi liet liet beranda facebook, gak sengaja nemu sebuah akun yang menarik, dan nemuin sebuah picture yang yaaaaaah lumayan lah dipakai buat menilai diri sendiri.

This is it!!

Nah hayoo kita sudah sampai tahap yang mana?

***

"Ternyata saya masih sangat jauh dari syar'i" Itu kalimat pertama yang muncul di hatiku. Kemudian disambung dengan kalimat ke-dua "Alhamdulillah setidaknya saya tidak berada pada level terbawah"
Nah ini, sebenarnya kata-kata ini yang sering kali menjadi penghalang ketika ada niatan untuk memperbaiki diri. Kendala semacam ini muncul karena kita buat buat sendiri, berupaya membenarkan diri, membandingkan diri dengan sesuatu yang nyata nyata salah.

Aku interest banget sama suatu percakapan yang aku kutip dari sebuah link. Isi percakapnnya gini:

A : Mengapa gadis-gadis muslim menutupi tubuh mereka dan rambutnya?
B : (Mengambil dua permen, ia membuka yang pertama dan yang lain dibiarkan terbungkus. Dia melemparkan keduanya di lantai berdebu) Jika saya meminta Anda untuk mengambil salah satu permen, mana yang akan Anda pilih?
A : Tentu saja yang tertutup.
B : Itulah cara kami melihat wanita di islam. Dengan pakaian menutupi aurat, derajat perempuan islam lebih baik daripada tidak tertutup.

Subhanallah, beginiliah cara Islam memuliakan kita :)

Kamis, 20 Desember 2012

hijabku tak sesuai syar'i

Kembali ke fungsi dasar hijab sebagai penutup dan pelindung.
Lalu sudahkah Anda berhijab sesuai syar'i?

Pertanyaan itu rasanya ngejleb banget buat wanita wanita seperti saya yang berhijab tapi jauh dari aturan yang semestinya. Terkadang terpikir untuk melakukan revolusi untuk hal vital satu ini, tapi lagi lagi alasan fabricate membuat saya merasa belum benar-benar yakin.
Hijab memang bukan tentang siap atau tidaknya kita, yakin atau ragukah hati, nyaman atau nggaknya si pemakai. Tapi berhijab adalah sebuah KEWAJIBAN!! Yaaa, suatu kewajiban yang tak ada satu pun alasan untuk tak melakukannya, sebuah keharusan bagi kita para wanita yang mengaku seorang muslim.
Ketika tubuh telah terbungkus dengan kaos lengan panjang, celana jeans ketat, dan kerudung paris tipis, apakah itu sudah dianggap berhijab?
Tentu saja belum!! Sekali lagi ingat, hijab fungsinya tidak hanya sebagi pembungkus, melainkan juga sebagai penutup dan pelindung. Sebagaimana dalam Firman Allah:

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh badan mereka” (QS. Al Ahzab: 59).

Nah sekarang sudahkah hijab Anda benar-benar menutupi tubuh Anda? Sudahkah dia mampu sebagai pelindung Anda?
Lalu apa bedanya mereka yang berhijab tapi tak sesuai syar'i dengan mereka yang tak berhijab?
Tentu saja beda. Mereka yang memperlihatkan aurat secara nyata (tanpa balutan penutup) seolah tak menghargai kehormatan mereka sendiri. Kenapa demikian? Ya tentu saja, mereka menyadari bahwa harga diri mereka terletak pada aurat mereka namun tetap saja dipamer-pamerkan.
Terus bagaimana dengan mereka yang hanya sekedar berhijab tanpa mengikuti syar'i? Tentu saja saya juga tak membenarkan ini meski pun saya mungkin masih tergolong dalam kategori itu. Tapi sekarang kita lihat saja dari motivasi keduanya dalam berpenampilan.
Keduanya tentu saja memiliki motivasi untuk terlihat indah dan cantik, baik itu dengan atau pun tanpa hijab. Akan tetapi mereka yang berhijab setidaknya motivasi dalam hal itu lebih sempit, mereka biasanya menonjolkan kreatifitas dalam mengkombinasikan busana dengan tatanan hijab tanpa berusaha memamerkan bagian-bagian sensitif tubuh secara nyata.
Berbeda dengan motivasi mereka yang tak berhijab. Selain dalam kemampuan mengkombinasikan busana, mereka juga biasanya menganggap tingkat keseksian sebagai hal penting. Dari kata itu saja kita sudah bisa membayangkan konotasinya dan bagaimana cara implementasinya.
Jadi sekarang sudah tahu kan apa bedanya mereka yang berhijab sesuai syar'i dengan yang tidak, serta mereka yang tak berhijab?
Tapi sekali lagi, kita tak punya hak untuk menilai orang lain hanya dari penampilan luar saja, karena itu tak bisa dijadikan patokan penilaian untuk sesuatu yang lebih dalam << Akhlak.
Semoga kita semua mampu menjadi muslim yang di-Rahmati Allah dan menjalankan sisa hidup ini berpatok pada hukum yang telah ditetapkan-Nya, Aamiin :)

Jumat, 14 Desember 2012

kamu hanya perlu diam


Ketika tak ada lagi yang mau mendengarmu, maka kamu hanya perlu diam.
Ketika tak ada yang bisa mengertimu, maka kamu hanya perlu diam.
Ketika tak ada lagi yang memperdulikanmu, maka kamu hanya perlu diam.

Terkadang diam memang pilihan terakhir disaat kita tak mampu tegas terhadap pilihan-pilihan yang ada. Meski diam takkan menghasilkan apa apa, setidaknya itu takkan memberi dampak yang tak diinginkan. Diam tak selalu berarti takut, terkadang itu dibutuhkan ketika kamu merasa teralu kuat karena diam memiliki kemampuan luar biasa melebihi kata-kata. Hanya dengan diam kamu bisa merasakan lebih dari yang mampu terpikirkan....

Dunia tak selamanya berpihak padamu, dunia juga tak selamanya mau mendengar jeritanmu, maka kamu hanya perlu diam!

Minggu, 11 November 2012

That moment

Sekedar ingin bernostalgia aja nginget jaman2 alay nan membahagiakan itu~~




     

      


Jumat, 09 November 2012

Bahagia itu, cukup aku dan mereka

Sebenernya kejadian ini udah lumayan lama sih, tapi ngerasa sayang aja kalo gak didokumentasikan, yaah seenggaknya dalam tulisan pendek.

Entah itu menjadi kali keberapa aku, Rara, dan Riri menghabiskan malam minggu bersama di rumahnya Riri *maklum para jomblo akut* Sebenernya ada Rere juga seh, tapi dia pamit pulang duluan sebelum maghrib, secara dia waktu itu masih dalam proses pedekate, jadilah malam minggu dimanfaatkan juga untuk pendekatan yang ++ lagi #oposeh

Oke sekarang kembali ke Rara, Riri, dan Ruru! Jadii, apa yang bakal kita lakuin malam ini? Curhat? Nggosip? Ngepoin orang? Ah itu sudah biasa kami lakukan, jadi akhirnya kami berinisiatif untuk melakukan recording *ce'ilee macam vokalis nge-TOP aje* Dari sekian lagu yang jadi opsi, jatuhlah pilihan kita ke lagunya Raisa yang Apalah Arti Menunggu, berhubung ada beberapa lirik di lagu itu yang ngepas banget sama nasib kite dan juga lagu itu terasa gak terlalu susah untuk seorang penyanyi abal abal macam kite. Sebenernya kami juga udah mengcover lagu lawasnya Desy Ratnasari yang Tenda Biru, eh malah hasilnya acakadul se acakadulnya.

Nah ini dia hasil coveran kita :
Apalah arti menunggu (cover Ra-Ri-Ru) by heiss_tea on SoundCloud

Kejadian seru malam itu gak cuman nyampe situ aja.
Setelah ngintip jam, eh ternyata sudah lewat jam setengah 9, gak kerasa sama sekali, coba kalo kuliah atau garap tugas musti tiep menit kerasa lama hho.

Akhirnya aku dan Rara pamit pulang. Di depan rumah Riri, lagi lagi aku maksa Rara buat nyobain nyetir motor, secara badan segede itu masak iya pake motor aja gak bisa *pikirku*, lagian katanya dia juga udah ahli naik sepeda pancal, jadi pasti gak akan terlalu sulit. Setelah maksa dengan berbagai cara sampe aku nyombogin diri yang bilang kalo dulu temen temen dan kakak sepupuku aku yang ngajari, akhirnya dia mau juga. Tahap pertama dia duduk di depanku *ya iyalah, masak di knalpot*, wuihh aku degdegan juga akhirnya. Gas pertama di tarik pelan, si Ioio *sebutan untuk motor maticku* belum bergeser seinci pun, aku suruh Rara untuk narik lebih kenceng lagi, akhirnya Ioio pun bergerak pelan, tapi Rara ternyata masih kaku ngendaliin setir, akhirnya tanganku ikut bekerja untuk mengendalikan rem dan setir, huwaah Ioio melesat semakin kencang dengan arah yang tak beraturan, kemudian dengan sigap ku tarik rem yang membuat Ioio berhenti menggila, ahh hampir saja nabrak pagar rumah orang *sedikit lega* Untungnya jalan di kawasan rumah Riri terbilang sepi, terlebih lagi kalo malem.

Gak nyerah sampe disitu aja, aku masih dengan gigih menyemangati Rara untuk mencoba lagi. Akhirnya Ioio kembali beraksi, dengan ganas ia melaju semakin pesat dan akhirnya BRUUUUUKKK!! Yaaa kami akhirnya nyungsep di rerumputan deket selokan. Kaget sih, tapi bukannya panik, malah kami tertawa sejadi jadinya, ngerasa kek orang begok. Eeeh pas dalam kondisi kek gitu ada bapak bapak lewat, tapi untungnya dia cuman basa basi nanyain "Gapapa mbak?" tanpa turun dari motornya, kami dengan kompak dan lantang menjawab "Gapapa pak!!" dan kemudian dilanjutin dengan tawa gila kami lagi. Setelah itu Ioio yang masih dalam posisi mengenaskan segera kami bangunkan, untung tak ada luka berarti di tubuhnya selain telinga kirinya (baca : spion) yang mengalami cidera hingga harus diamputasi.

Malam minggu itu berakhir dengan sebuah pelajaran berharga "Bahagia itu sederhana, cukup aku dan mereka" :))

Sabtu, 22 September 2012

Gilanya bikin gila

Lagi isenk isenk buka youtube, eh ketemu video ini. Bikin ngakak di pagi buta tadi, untung aja gak dikeplak mbak kost sebelah kamar, hihihi.



Selasa, 28 Agustus 2012

Mereka (cintaku)


Sedih dan hampir stress, mungkin bisa mendeskripsikan apa yg ada di hati dan otakku saat ini. Kelemahanku sebagai seorang kakak yang harus dan hanya bisa melihat adik-adikku terpisah demi masa depan, keberadaanku sebagai anak tertua yg hanya mampu menyaksikan kesedihan orang tua ku yang harus berpisah dengan anak anaknya. Semua kesulitan dan permasalahan yang muncul secara bersamaan membuatku semakin sadar betapa aku sangat menyayangi mereka.
Hidup memang sebuah pilihan, sebuah perjalanan yang harus dijalani meski dengan ribuan cobaan yg menghadang.
DOA, hanya itu yang bisa ku berikan untuk mereka. Doa agar mereka senantiasa diberi kan kemudahan dan kelancaran untuk menghadapi semua, doa agar tak pernah ada rasa “sendiri” meski tanpa teman karena  Allah senantiasa berada dan menjaga mereka.
Cita citalah yang akhirnya memisahkan kita, namun cinta takkan mampu terkalahkan oleh itu, maka yakinlah ini hanya sebuah perjalanan dlm mencapai kedewasaan, dan sebuah KESUKSESAN menunggu kita di depan sana :))

Kamis, 16 Agustus 2012

My Special Day

Yupz hari ini adalah H-3 atau H-4 menuju hari fitrah, bertepatan juga dg H-1 hari kemerdekaan negara tercinta. Yang lebih penting lg dari semua itu adalah hari ini merupakan hari spesialku, hari bertambah lagi usiaku. Hari spesial gak berarti terasa spesial juga, dan itu berlaku padaku. Tak ada orang spesial di hari spesial ini, kecuali keluargaku. Orang yang ku pikir gak mungkin lupa dg hari ini dan berharap bisa menjadi orang pertama yang ngucapin "HBD" seperti tahun2 sebelumnya (setidaknya 2 tahun lalu) bahkan gak inget sama sekali. Dan orang yang sangat ku harapkan ngucapin, ya setidaknya menuliskan 3 huruf tadi di wall fb.ku tak terwujud juga. Hmm nothing special ~~

Tapi sebuah bentuk kasih sayang Allah kembali ku dapatkan malam ini. Tetiba saja airmata tertumpah ketika ku berada di tempat suci (Rumah-NYA). Seorang nenek2 tua yang bahkan sudah tak lagi mampu berdiri dengan baik, tak lagi bisa mendengar sempurna masih setia untuk berupaya menggapai Kasih Sayang Allah, kekurangan tak menghalanginya untuk beribadah. Sementara aku yang masih diberikan kesempatan dan kesehatan, terkadang untuk mengambil air wudhu saja masih susah. Begitu banyak nikmat yang Dia berikan dan sungguh sedikit Syukur yang aku haturkan.
***
Inikah diri yang sesungguhnya? Berada dalam kubangan lumpur dosa, tenggelam dalam lautan kesalahan yang mungkin tak termaafkan. Ya Allah terimakasih untuk sebuah kesadaran yang Kau hadiahkan padaku, terimakasih karena Kau masih memberiku kesempatan untuk mampu mengingat-Mu, menyebut Nama-Mu dalam tangis kerinduan, mendengar Asma-Mu dengan penuh kekhusyukan. Terima kasih Ya Rabb, itu adalah hadiah terindah.
"Jaga dan tuntunlah aku dalam setiap langkah, dlm tiap nafas yang Kau Izinkan berhembus, dan setiap senyum serta airmata bahagia dlm damaiku bersama-Mu"

Senin, 23 April 2012

Mereka


Keluargaku adalah kebanggaan dan motifasi dalam hidupku. Mereka merupakan idolaku dengan semua karakter-karakter yang membuatku kagum.

Bapakku merupakan sosok pemimpin yang bijaksana, sabar, dan sangat dihargai masyarakat. Sifat kebapakan dan kesabarannya membawa kedamaian dalam keluarga, mampu meluluhkan Mama’ku dikala emosinya meluap, menghadapi sikap keras dan tuntutan-tuntuan dari anak-anaknya dengan bijak.

Mama’ku adalah sosok Ibu yang penuh dengan kasih sayang, kelembutan dalam menghadapi anak-anaknya membuatku mengagumi sosok yang satu ini. Ia penuh dengan nasihat-nasihat untuk  mengarungi hidup, marahnya bukan membuat kita tersakiti melainkan sadar diri.

Kamil adik pertamaku terkadang membuatku merasa malu sebagai kakaknya. Ia lebih dewasa dibanding aku, dia tak pernah menuntut apa pun meski remaja seusianya penuh dengan permintaan-permintaan aneh yang membebani orang tua. Keluarga merupakan hal terpenting baginya, apa pun yang dia lakukan selalu dikonsultasikan dengan orangtua, termasuk hal pribadi sekali pun.

Kemudian adik ke-duaku Romy. Meski masih terbilang anak kecil, tapi dia sudah bisa menampakkan sikap bijaksana. Walau pun dia agak tertutup tapi dia adalah orang yang benar-benar sabar, bisa menahan emosi, bahkan saat berhadapan denganku dia lebih sering mengalah dibanding aku. Dia yang terpintar dibanding kami bertiga dan banyak orang yang memujinya karena kesabaran, kepintaran, dan ketampanannya (ini fakta).

Dan yang terakhir Bena. Yang satu ini beda dari yang lain, sifatnya keras dan gampang emosi, mungkin karena usianya yang masih sangat kecil. Dia banyak meminta walau pun tak pernah memaksa. Namun dibanding yang lain, Bena adalah yang paling peduli dengan keluarga. Dia akan menangis disaat melihat Mama’ dan bapaknya sakit, disaat kakak-kakanya terluka, dia akan melakukan apa pun yang bisa ia lakukan untuk kami.

Keluargaku adalah anugerah terindah dalam hidupku, melihat mereka membuatku menyadari betapa besar Kasih-SayangNya Allah kepadaku.


Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top